Minggu, 15 April 2012

Pertemuan 6. Resume Kelompok 13,14, dan 15

Kelompok 14.
Pengenalam E-Businnes.

Begitu banyak definisi tentang e-business yang terdapat dalam literatur dan internet. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:
  1. E-business adalah praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis utama seperti
    perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku, manufaktur, penjualan, pemenuhan
    pesanan, dan penyediaan servis melalui penggunaan teknologi komunikasi, komputer, dan
    data yang telah terkomputerisasi. (Steven Alter. Information System: Foundation of E-Business. Prentice
    Hall. 2002)
  2. E-business meliputi semua hal yang harus dilakukan menggunakan teknologi informasi dan
    komunikasi (ICT) untuk melakukan kegiatan bisnis antar organisasi maupun dari organisasi
    ke konsumen. (Sid L. Huff, dkk. 2000. Cases in Electronic Commerce. McGraw-Hill)
  3. Penggunaan internet dan teknologi digital lainnya untuk komunikasi, koordinasi, dan
    manajemen organisasi. (Kenneth C. Laudon dan Jane P. Laudon. 2001. Esssentials of Management
    Information Systems: Organization and Technology in Networked Enterprise. Prentice Hall)
  4. E-business adalah mengenai penggunaan teknologi internet untuk melakukan transformasi
    proses bisnis yang dilakukan. Bentuk e-business yang paling mudah terlihat adalah
    pembelian barang secara online baik retail maupun grosir. (Samantha Shurety.1999. E-business
    with Net.Commerce. Prentice Hall)
  5. Definisi e-business menurut IBM adalah sebuah pendekatan yang aman, fleksibel, dan
    terintegrasi untuk memberikan nilai bisnis yang berbeda dengan mengkombinasikan sistem
    dan proses yang menjalankan operasi bisnis utama dengan pemanfaatan teknologi internet.
    (Christoper Stoole. 2000. E-business – Just What is It? http://ebusiness.about.com/industry)
  6. Menghubungkan sistem teknologi informasi tradisional dengan internet akan menjadi
    sebuah e-business. (Daniel Amor. 2000. The E-business Revolution. Prentice Hall)
  7. E-business adalah mengelola bisnis di internet yang terkait dengan pembelian, penjualan,
    pelayanan terhadap konsumen, dan kolaborasi antar rekan bisnis. Istilah e-business pertama
    kali digunakan salah satunya oleh IBM pada tahun 1997. (SearchCIO.com)
  8. Perusahaan di internet; Penggunaan internet untuk pengelolaan bisnis misalnya untuk
    menghubungkan dengan konsumen, supplier, pekerja, dan rekan bisnis.; Perusahaan yang
    menggunakan teknologi internet. (MSN Encarta)
  9. Definisi e-business secara sederhana adalah penggunaan internet untuk berhubungan
    dengan konsumen, rekan bisnis, dan supplier. Penggunaan internet menyebabkan proses
    bisnis menjadi lebih efisien. Dalam penggunaan e-business, perusahaan perlu untuk
    membuka data pada sistem informasi mereka agar perusahaan dapat berbagi informasi
    dengan konsumen, rekan bisnis, dan supplier dan dapat bertransaksi secara elektronik
    dengan mereka memanfaatkan internet.Beda e-business dengan e-commerce adalah ecommerce
    hanya berupa transaksi secara elektronik di internet sedangkan e-business
    termasuk juga pertukaran informasi secara online misalnya sebuah perusahaan manufaktur
    membagi informasi persediaan bahan baku ke supplier, sebuah lembaga keuangan membagi
    informasi tentang perbankan, credit card, dll dengan konsumen mereka, dan sebagainya.
    (Executive Guides: Business To Customer www.netessence.com.cy)
  10. E-bisnis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bisnis yang dijalankan pada
    internet, atau penggunaaan teknologi internet untuk meningkatkan produktivitas dan
    keutungan dari suatu bisnis. (http://www.wisegeek.com/what-is-ebusiness.htm)
Merancang Strategi Sistem E-Businnes.

Perusahaan e-Business perlu merancang sebuah strategi yang akan diimplementasikan dalam bentuk sistem informasi e-Business. Stategi itu tidak hanya berupa strategi bisinis melainkan juga melibatkan strategi teknologi informasi karena sistem e-Business dibangun dengan tumpuan teknologi tersebut.

Strategi perlu disusun dengan cermat untuk menjawab tantangan bisnis seperti kompetitor pada satu jenjang atau kompetitor kecil lainnya, produk-produk substitusi dan tuntutan konsumen.

Strategi juga berfungsi untuk mengelola sumber daya yang terbatas jumlahnya guna memperoleh laba. Sistem informasi e-Business yang dibangun harus terdefinisi dengan jelas dan terinci tentang model bisnis yang akan diterapkan, alur pergerakan informasi, jenis dan model informasi yang dibutuhkan serta menentukan hak akses informasi. Strategi meliputi penentuan perangkat keras dan perangkat lunak baik sistem dan aplikasinya.

Strategi Pengembangan e-Business:
  • Penyusunan Rencana Pengembangan
  • Pembangunan secara bertahap/dinamis
  • Perlu menetapkan prioritas implementasi
  • Pemilihan Teknologi yang tepat
  • Penyiapan Sumber Daya 
  • Gunakan jasa Web-Hosting
  • Pengembangan diserahkan pihak ketiga
  • Kerjasama dengan Institusi Penyedia jasa Internet


Pertemuan 6. Resume Kelompok 13,14, dan 15

Kelompok 15.
Tantangan dan Hambatan Internet Bust.
  1. Tahun 1999 – 2000 bisnis “DOTCOM” menggelembung (bubble)
  2. Banyak model bisnis yang belum terbukti namun ramai-ramai diluncurkan. Akhirnya hancur dengan matinya banyak perusahaan dotcom
  3. Pengalaman buruk sehingga membuat orang lebih berhati-hati
  4. Peluang: membuat model bisnis baru?
Infrastruktur Telekomunikasi.
  1. Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia masih terbatas dan harganya masih relatif lebih mahal
  2. Padahal e-commerce bergantung kepada infrastruktur telekomunikasi
  3. Peluang: deregulasi, muncul bisnis baru
Delivery Channel.
  1. Pengiriman barang masih ditakutkan hilang di jalan. Masih banyak “tikus”
  2. Ketepatan waktu dalam pengiriman barang
  3. Jangkauan daerah pengiriman barang
  4. Peluang : pengiriman barang yang terpercaya
Kultur & Kepercayaan .
  1. Orang Indonesia belum (tidak?) terbiasa berbelanja dengan menggunakan catalog
  2. Masih harus secara fisik melihat / memegang barang yang dijual
  3. Perlu mencari barang-barang yang tidak perlu dilihat secara fisik.
Kultur & Kepercayaan.
  1. Kepercayaan antara penjual & pembeli masih tipis
  2. Kepercayaan kepada pembayaran elektronik masih kurang. Penggunaan kartu kredit masih terhambat
  3. Peluang: model bisnis yang sesuai dengan kultur orang Indonesia, membuat sistem pembayaran baru, pembayaran melalui pulsa handphone
Security.
  1. Masalah keamanan membuat orang takut untuk melakukan transaksi
  2. Persepsi merupakan masalah utama
  3. Ketidak mengertian (lack of awareness) merupakan masalah selanjutnya
  4. Merupakan topik tersendiri
Munculnya Kejahatan Baru.
  1. Penggunaan kartu kredit curian / palsu
  2. Penipuan melalui SMS, kuis
  3. Kurangnya perlindungan kepada konsumen
  4. Hukum? Awareness?
  5. Kurangnya kesadaran (awareness) akan masalah keamanan
Ketidakjelasan Hukum.
  1. Masih belum tuntas status dari
  2. Digital signature
  3. Uang digital / cybermoney
  4. Status hukum dari paper-less transaction
  5. [de]Regulasi
Efek Terhadap Kehidupan.
  1. Kemajuan teknologi komputer dan komunikasi seharusnya meningkatkan tingkat kualitas hidup kita. Kenyataannya…
  2. Bekerja lebih panjang
  3. Pekerjaan dibawa pulang: no life, single terus
  4. Melebarnya jurang si kaya dan si miskin
  5. Siapkah kita menghadapi tantangan yang tidak dapat kita hindari?
Lain-Lain.
  1. Ketidaksiapan institusi finansial
  2. Tidak adanya insentif dari Pemerintah
  3. Masih kurangnya entrepreneur di Indonesia 
Penerapan E-Commerence.  
Penggunaan e-commerce di Indonesia masih sangat terbatas. Berdasarkan survey awal masih relatif sedikit perusahaan yang menggunakan e-commerce sebagai sarana untuk kepentingan bisnis. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dikaji tentang motif serta manfaat yang dirasakan oleh perusahaan yang telah menerapkan penggunaan e-commerce dalam kepentingan bisnis. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh gambaran yang jelas tentang motif perusahaan dalam menggunakan e-commerce. Temuan ini sangat penting terutama dalam upaya memberikan informasi yang lebih jelas tentang dasar pertimbangan dalam menggunakan e-commerce dan memanfaatkannya sebagai sarana keunggulan bersaing.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa perusahaan sebagai obyek penelitian, yang merupakan perusahaan yang sudah menggunakan layanan e-commerce yang targetnya langsung kepada konsumen dimana perusahaan yang peneliti teliti tersebar di kota kota besar di Indonesia. Adapun sampel dari penelitian ini adalah sebanyak 27 perusahaan yang bergerak dibidang Jasa dan Dagang dengan kisaran tingkat omzet perusahaan perbulan adalah sebesar 10 juta sampai dengan 100 juta. 
Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : Berdasarkan analisis deskriptif faktor motif dapat disimpulkan bahwa faktor yang melandasi perusahaan terdorong menggunakan e-commerce terdiri dari enam faktor yaitu yang menjadi harapan tertinggi bagi para perusahaan ketika ingin menerapkan e-commerce : Mengakses Pasar global sebesar 56%, Mempromosikan produk sebesar 63%, Membangun Merk sebesar 56%, Mendekatkan dengan pelanggan sebesar 74%, Membantu komunikasi lebih cepat dengan pelanggan sebesar 63% dan Memuaskan pelanggan sebesar 56%. Dan berdasarkan analisis yang kedua yaitu analisis deskritpif faktor manfaat yang diperoleh perusahaan dengan adanya penerapan e-commerce terdiri dari dua faktor yaitu yang menjadi manfaat terbesar perusahaan setelah menerapkan e-commerce yaitu Kepuasan konsumen sebesar 74% dan Keunggulan bersaing sebesar 81%

Pertemuan 6. Resume Kelompok 13,14, dan 15

Kelompok 13.
Pengenalan E-Commerence.

E-commerce merupakan extension dari commerce dengan mengeksploitasi media elektronik. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan media elektronik ini.Menurut Organization for Economic Cooperation and Development (OECD): e-commerce adalah transaksi berdasarkan proses dan transmisi data secara elektronik. 

Asosiasi di bidang perdagangan global (Alliance for Global Business) memberikan pengertian e-commerce sebagai keseluruhan transaksi yang melibatkan transfer informasi, produk, jasa atau pembayaran melalui jaringan elektronik sebagai media (Suherman, 2002 dalam Kamelo, 2005). Sebenarnya tidak ada definisi yang baku tentang e-commerce (electronic commerce), akan tetapi secara sederhana ecommerce merupakan transaksi komersial antara pihak-pihak yang dilakukan secara elektronik (Ding, 1999). Tidak bisa dipungkiri lagi, E-commerce telah mengubah paradigma proses pengembangan, pemasaran, penjualan, pemesanan, pengiriman, pelayanan, dan pembayaran dan sebagainya.

Pendekatan pemasaran produk dan jasa berganti dari off-line menjadi menjadi on-line dan lebih interaktif. Keberadaan transaksi elektronik secara on-line dengan internet ini kemudian melahirkan komunikasi global antar para pelaku bisnis secara virtual.
  
Arsitektur E-Commerence.

Dalam berbagai teori manajemen dikatakan bahwa skenario pengembangan teknologi informasi harus sejalan dengan strategi bisnis perusahaan. Sejalan dalam arti kata bahwa dalam tataran strategis dan aktivitas operasional, pengembangan teknologi informasi semacam E-Commerce harus berada dalam kerangka arsitektur bisnis perusahaan. Eberhardt Rechtin mendefinisikan arsitektur bisnis perusahaan sebagai penggabungan antara tiga komponen besar, yaitu: organisasi, proses, dan teknologi. Untuk sebuah perusahaan berskala kecil, arsitektur bisnis yang ada sangatlah sederhana, sehingga tidak perlu dilakukan usaha khusus untuk mendefinisikan dan memahaminya. Hal ini sangat berbeda dengan perusahaan-perusahaan berskala menengah dan besar, dimana hubungan antara satu komponen dengan komponen lainnya telah sedemikian rumit, sehingga sangat sulit untuk melakukan pemahaman terhadap arsitektur bisnis perusahaan tanpa adanya pegangan yang jelas dan akurat. 

Kompleksitas arsitektur bisnis semakin bertambah tinggi sejalan dengan cepatnya perubahan yang terjadi di dalam perusahaan sebagai jawaban atas dinamika lingkungan bisnis yang sedemikian cepat berubah. Cepatnya perkembangan bisnis dan perubahan yang terjadi memaksa perusahaan untuk menyusun strategi implementasi E-Commerce-nya agar tidak terjadi suatu pengembangan sistem yang “tambal sulam” dan membahayakan perusahaan. Suatu pendekatan baru dalam memahami konsep pengembangan E-Commerce yang sejalan dengan kebutuhan bisnis yang selalu berubah secara cepat dari waktu ke waktu harus dikuasi oleh manajemen perusahaan (Fingar, 2000). Gambar berikut memperlihatkan bagaimana konsep pengembangan E-Commerce yang sejalan dengan kerangka strategis perusahaan.

E-Commerce Business Strategy

Memahami keberadaan E-Commerce dalam kerangka bisnis perusahaan bukanlah merupakan suatu hal yang mudah. Vince Barabba dari General Motors mengatakan bahwa diperlukan suatu kemampuan berfikir secara lateral (outside the box) untuk dapat memahami karakteristik dan peluang-peluang bisnis yang ditawarkan oleh E-Commerce.

Technology Infrastructure
Pada akhirnya pendekatan pengembangan sistem E-Commerce yang adaptif dengan perubahan, yaitu dengan menggunakan paradigma komponen bisnis objek, hanya dapat dilakukan jika perusahaan memiliki infrastruktur teknologi informasi yang sesuai dengan sifat-sifat pengembangan komponen-komponen objek bisnis tersebut. Dengan kata lain, perusahaan harus memiliki desain cetak biru pengembangan teknologi informasi (data, proses, dan teknologi) yang menekankan pada implementasi sistem berbasis objek. Perusahaan-perusahaan yang masih menggunakan metoda pengembangan sistem dengan teori-teori lama harus mulai memikirkan untuk melakukan migrasi ke sistem yang baru. Aset-aset teknologi kuno, baik perangkat keras maupun perangkat lunak, harus mulai diganti dengan tipe teknologi baru untuk menjawab tantangan bisnis yang ada.

Minggu, 08 April 2012

Pertemuan 5. Resume Kelompok 10,11, dan 12

Kelompok 12.

Aplikasi Komputer di Pemerintahan.

Berikut ini adalah jenis-jenis aplikasi yang penting, yang menunjang kegiatan-kegiatan pemerintah secara langsung baik yang bersifat operasioanal maupun yang mengarah kepada terciptanya kebijakan-kebijakan dalam masalah ke negaraan. Aplikasi kepegawaian Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) adalah badan yang mengadministrasikan seluruh data kepegawaiaan. Aplikasi pengolahan datanya meliputi : kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, mutasi pegawai, penentuan masa pensiun.   Aplikasi di pemerintahan daerah Aplikasi komputer yang digunakan meliputi : bidang kependudukan (KTP), kepegawaian tingkat daerah, pajak-pajak daerah, perumahan dan lalu lintas.

Pertemuan 5. Resume Kelompok 10,11, dan 12

Kelompok 11.

E-Goverment

Definisi Lembaga dan Institusi Non-Pemerintah
Pertama-tama marilah dikaji terlebih dahulu bagaimana lembaga-lembaga non-pemerintah memandang ruang lingkup dan domain dari e-Government. Bank Dunia (World Bank) mendefinisikan e-Government sebagai berikut: E-Government mengarahkan untuk penggunakan TI oleh semua agen pemerintahaan (seperti WAN, internet, mobile computing) yang mempunyai kemampuan untuk mengubah hubungan dengan masyarakat, bisnis, dan pihak yang terkait dengan pemerintahan Di sisi lain, UNDP (United Nation Development Programme) dalam suatu kesempatan mendefinisikannya secara lebih sederhana, yaitu:
E-Government adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (ICT- Information and Communicat-ion Technology) oleh pihak pemerintahan.

Definisi Beragam Pemerintahan
Setelah melihat bagaimana lembaga-lembaga atau institusi-institusi mendefinisikan e-Government, ada baiknya dikaji pula bagaimana sebuah pemerintahan menggambarkannya.
Pemerintah Federal Amerika Serikat mendefinisikan e-Government, yaitu:
E-Government mengacu kepada penyampaian informasi dan pelayanan online pemerintahan melalui internet atau media digital lainnya.

Manfaat E-Government
Tanpa mengecilkan arti dari beragam contoh definisi yang telah dipaparkan sebelumnya, setidak-tidaknya ada tiga kesamaan karakteristik dari setiap definisi e-Government, yaitu masing-masing adalah: Merupakan suatu mekanisme interaksi baru (moderen) antara pemerintah dengan masyarakat dan kalangan lain yang berkepentingan (stakeholder); dimana Melibatkan penggunaan teknologi informasi (terutama internet).

Kelebihan E-Government :
  1. selain tampilan dan paduan warna yang menarik, informasi-infromasi yang disajikan sangatlah lengkap dan up to date. 
  2. Terdapatnya informasi transportasi, informasi valuta asing, serta info tentang tinggi muka air
  3. Website ini mencakup banyak aspek seperti hukum, agama, sosial dan budaya, bisnis dan kawasan bisnisnya, pendidikan, dan sebagainya. 
  4. Semua terbuka untuk pemerintah dan masyarakat. 
Kekurangan E-Government:
Kurangnya interaksi atau komunikasi antara admin (pemerintah) dengan masyarakat, karena e-government dibuat untuk saling berinteraksi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak lain yang berkepentingan.

Meuthia-Ganie Rachman (2000),    bahwa    good     governance mempunyai indikator-indikator sebagai berikut:
  1. Penjamin situasi keterbukaan (transparancy)
  2. Pertanggungjawaban publik (public accountability) dan,
  3. Kontrol dalam proses ekonomi maupun politik
Pemerintahan yang baik (good governance) merupakan issu yang paling    dikedepankan dalam pengelolaan administrasi publik dewasa ini. Tuntutan gencar     yang dilakukan  oleh  masyarakat  kepada  pemerintah  untuk  melaksanakan    penyelenggaraan pemerintah yang baik adalah sejalan dengan meningkatnya tingkat     pengetahuan masyarakat, disamping adanya pengaruh globalisasi. Secara umum    good governance mengandung unsur utama yang terdiri dari akuntabilitas,    transparansi, keterbukaan dan aturan hukum (Karhi Nisjar 1997). 

Pertemuan 5. Resume Kelompok 10,11, dan 12

Kelompok 10.

Pemanfaatan Komputer Dalam E-Goverment
Saat ini perkembangan teknologi Internet sudah mencapai perkembangan yang sangat pesat. Aplikasi Internet sudah digunakan untuk e-commerce dan berkembang kepada pemakaian aplikasi Internet pada lingkungan pemerintahan yang dikenal dengan e-government.
Konsep E-Goverment ada 2 :
  1. G2C-government to citizens.
  2. G2B-government to business enterprises
  3. Government to Employees (G2E). 
Manfaat E-Goverment : 
 
Merupakan suatu mekanisme interaksi baru (moderen) antara pemerintah dengan masyarakat dan kalangan lain yang berkepentingan (stakeholder); dimana, melibatkan penggunaan teknologi informasi (terutama internet); dengan tujuan
memperbaiki mutu (kualitas) pelayanan yang selama berjalan. Aplikasi komputer dipemerintahan: Aplikasi kepegawaian,Aplikasi di pemerintahan daerah,Surat tanda nomor kendaraan   bermotor (STNK).
 
Hambatan Mengimplementasikan E‑Government :
  1. Kultur berbagi belum ada.
  2. Kultur mendokumentasi belum lazim. 
  3. Langkanya Sumber Daya Manusia yang handal.
  4. Infrastruktur yang belum memadai dan mahal.Tempat akses yang terbatas
Hal-hal yang perlu diingat dalam penerapan E-Goverment adalah komitmen dan kesiapan dari pihak-pihak pemerintah daerah itu sendiri dalam membangun dan melaksanakan system E-Goverment, serta membutuhkan sukungan dari pihak yang terkait. Tekad dan kemauan dari pihak Pemda beserta seluruh jajarannya untuk memperbaiki system Administrasi (manual) yang ada saat ini.
 
Keterbukaan dari pihak Pemda dan seluruh jajarannya untuk menerima dan mempelajari kemajuan teknologi guna meningkatkan efisiensi dan Efektivitas kerja di lingkungannta masing-masing.